Jumat, 15 Oktober 2010

Koleksi Puisi

Ayat- ayat Hijrah
Buah karya: A Mochammad El-Qurtuby


Kisar putaran angin pada orbit kehidupan
Membuka jendela cakrawala dunia
Saat kelamnya dunia terhapus masa

Ayat-ayat hijrah…….
Tersimpan pada sucinya Al-Qur’an
Membangunkan kelamnya jiwa seorang insan
Disaat bara nafsuku terus berjalan
yang menghauskan keinginan
Hingga mataku buta akan realita kehidupan

Ayat-ayat hijrah……
Aku terbangun menuju sebuah muara
Hendak membasuh keningku dan bergegas menuju cahaya
Kemudian kusaksikan mutiara syurga
Hingga aku mencuci ….
semua korosi jiwa
Dengan munajat keesaannya








Bangkai Menjelma

Oleh: A Mochammad El-Qurtuby


Kutelusuri jalan setapak dihutan yang ramai
Anjing menggonggong…,srigala mengaung…
Membangunkan sang gagak yang hendak tidur
Sang raja berkata ”disana ada mangsa”

Bangkai busuk yang terbungkus begitu indah dimata
Menjelmalah predator-predator ganas
Yang tak kan puas
Perang bangkai terjadi dihutan yang gersang
Bangkai menjelma merasuk jiwaku

Bau busukmu kau ubah dengan harumnya bunga merona
Hingga kau tebar ke penjuru Dunia
Agar ku terhalang dan tersapu arus
Hancur berkeping sepertimu

Ya..Alloh…..!
Bangkai yang berbicara..tertawa riang
Dengan gemerlapnya pesona
Diatas jeritan jiwa yang menuju Ridhomu






A Mochammad El-Qurtuby
Dengan karyanya

SEBUAH PENGAKUAN

Dunia……ku akui arti diri
Ada putih…ada kelam
Sang surya terbit…..
Mawar yang layu kini kan hangat kembali

Ku akui mentari nafas hidupku
Menjelang dunia baru
Salah… ku akui, benci yang terjadi
Pengakuan bulan putih
Jadi saksi yang penuh buih

Aku….akui
Kamu…..akui
Jadilah suatu pengakuan yang abadi














RENUNGAN MALAM
DARI SUARA HATIKU

Malam ini hatiku tenggelam dalam sebuah perasaan yang amat pedih dan pilu,
entah siapa yang membuatku seperti ini? Hanyalah dia jawabanku.
Setiap kali kuterhenyak dalam denyutan jantungku,

Disela-sela sujud dan do’aku,
Ekspresiku terbang bersama tinta dan kertasku
Hari yang penuh haru kian kemari aku mencari tahu, entah dimana dia berada…
Kini jiwaku mulai halus dan tersiram oleh air mata sesaat

Perjalanan yang cukup melelahkan ini tak kan aku sia-siakan, karena ini hanya aset hidupku satu-satunya.
Aku hanya bisa merasakan terkurasnya jiwa dan perasaan
saat aku mendengarkan sebuah alunan ayat
Ayat suci yang merasuk rongga dadaku












HIJRAHKU,HARI PERTAMAKU

Buah karya:A Qurtubi

Kala pelita tebarkan kegelapan
Kala waktu berlalu penuh debu
Kala kuterhenyak dalam kebaikan
Bertebar dosa….bisingkan suasana

Musuh menyerang habiskan harapan
Namun hijrahku alternatifku wahai teman
Dengan Muhajirin kuberjalan
Dengan Ansor sambut harapan
Pasang strategi taklukan musuh Islam
Lirikan durja,harta nan tahta

Gemercik air menyapa hijrahku
Hari pertama kumengadu yang menyatukan jiwa dalam kalbu
Pancarkan cahaya untuk menyambut pagi
Yang cerah selamanya



Ini adalah tulisan hati dan tinta kerinduan yang penuh harapan
Rindu ini membawa arti
Kata ini pun tak kan aku lupakan
Haruskah aku mengunjunginya?
Ya, itupun kalau kamu inginkan cintamu

Wait me dear! I will you visiting you so on
I like your art and neither you like
I want to be to night is the best night for you alone
You’re so beautiful and your heart too.
Can you understand to content of my heart?
Would you like to remmember our first introduction in the small shop?
You eaten a bread and I drink an softdrink.
Than we gone to the Campus for wacthed together.


GUPAI KATINEUNG TI PAMAYANG

Mangsa nu geus kasorang
Ku pamayang jeung lautan anu pajauh asalna
Dugi katepi tujuanana

Angin nu jadi mesinna
Dayung nu jadi setirna
Sihoreng pamayang the sakadar nganteur ka daratan
Tos paragat, pamayang wangsul ka Pamondokan

Gupai pamayang nu ngajauhan
Keclak cimata anu jadi lautan

Daratan…..daratan…!
Poma hidep pek jaga ieu lautan
Hampura kuring nu awam
Jauhkeun tipanglamunan

Pek hidep duaan..!ambah ieu sorga kahirupan
Jadikeun jambatan ngala karidhoan
Jalan ngabakti kanu jadi dunungan









D O N A S I

Wahai saudaraku…!
Aku yakin diantar kalian ada yang terpaksa untuk semua ini

Terkadang kalian seperti orang
Terkadang kalian seperti…
Seperti kera metropolitan
Yang selalu menggantung, berdiri di pohon yang berjalan menuju terminal

Sambil membawa sebuah kotak suci kosong tapi berisi
Jawaban hanya ada di penonton kita
Cring….cring…..crek.
Itulah suara harapan kita setelah kita bersuara di hadapan mereka

Demi sebuah nama yang mulia
Kalian rela mengorbankan kehormatan sebagai manusia
Tapi kalian jangan resah dan gelisah
Karena tak ada seorangpun yang tahu
Kapan misteri ini akan berakhir











Do’A Untuk Ibunda

Disudut keheningan malam
Saat hujan air mata mengguyur rumah duka
Saat itu pula kurasakan luluhnya perasaan
Betapa besar jasamu

Wahai bundaku…!
Kini kau terbujur kaku,…terbungkus kafan
Kupandang wajahmu tuk terakhir kali
Terbayanglah semua belaian kasihmu
Mutiara kasihmu yang tak bertepi

Wahai Ibunda..!
Saat keranda mengusungmu, menuju rumah bawah tanah
Saat itu pula do’a mengiringi langkahmu
Dari buah hatimu yang tercinta

Ya…Alloh..
Terangilah kegelapan itu…luaskanlah rumah bawah tanah itu
Jadikanlah pintu itu sebagai gerbang taman surgamu
Aku hanya bisa mengantarmu sampai di sini
Wahai sang bunda..
Langkah langkah kecilku..lembayan tanganku..isak tangisku
Mengantar kepergianmu
Kini engkau telah tiada, namun jasamu tetap menggema
Selamat jalan Ibu…! Selamat jalan Ibu..!
Semoga kedamaian menyertaimu
Oh..Bundaku
A.Mochammad El-Qurtuby
Dengan Karyanya
“ HIJRAHKU MENGHAPUS AKWAN “

Kebersamaan dalam sebuah cerita menggoreskan luka yang terukir yang sangat sulit aku menghapusnya, entahlah?
Pertemuan dibalik derita menceritakan air mata yang kini terus mengalir menjadi sebuah sungai penantian yang tak bertepi
Menyisihkan puing-puing kenangan yang terangkai indah, namun kini….semua itu hanya suatu ukiran dalam hati, dan sejuta pertanyaan yang dijawab dengan kebisuan yang terbang melintasi awan tanpa kepastian.
Kabar hanya suatu luka kebencian yang tertanam dalam sebuah perasaan. semakin hari aku terpaku dengan perasaan itu dan membeku dalam putihnya salju dan alasan yang tak pernah keluar sejak dulu merubah segalanya. Kau pecahkan cermin ini tanpa suara hingga kaupun terluka, mungkin karena akwan suatu noda pada cermin yang tak bisa memancarkan kembali cahaya ketika cahaya datang. Korosi jiwa yang terus mengikat kewujudan akwan yang melekat dengan darah dan jiwa.
Kemudian sebuah penawar suci menyemburat membawaku terbang ke Alam hakiki
Dengan sayap cintamu aku lepaskan akwan
Dengan senjata ikhlas kurelakan pelabuhan cinta itu agar aku bisa menikmati keindahan nuansa ciptaanmu
Dan air mata itu akan menjadi tetesan mutiara yang bisa menghancurkan interfensi akwan.

Product 03 Januari 2009

“ T A N P A M U “
Oleh Farozdax

Tanpamu ….
Hatiku kering, jiwaku kerontang
Aku bicara tanpa maksud
Aku berjalan tanpa tujuan
Aku menangis tanpa air mata

Tanpamu…..
Senyum ini hanya fatamorgana
Yang menghilang ditelan sunyi
Terbias baying-bayang penantian…
Yang semu
Tanpamu…….
Hidup hanya seperti air mengalir
Tak ada tujuan…..tak ada harapan…
Hanya penantian
Dan jeritan do’a yang membumi
Yang terus mengharap… Yang terus mengharap….. Yang terus mengharap
Di atas sajadah cinta yang suci
Aku menunggumu dan menanti kasih dan sayangmu
Yaa mujiba saailiin



25 Ramadhan 1429 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar